Home | Smart Sharing | Sungai Yang Ikhlas Berubah

Sungai Yang Ikhlas Berubah

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Air sungai itu mengalir dari satu desa ke desa yang lain, hingga sampailah ia di gurun. Sungai ingin menyeberangi pasir untuk sampai ke ekor sungai. Tapi setiap kali ia melintasi pasir, ia lenyap terserap pasir. 
Gurun berkata, “Ayolah, angin saja bisa menyeberangi gurun ini”. Namun sungai tidak mau dibandingkan dengan angin, Karena angin bisa terbang, sedangkan dia tidak bisa.
Gurun kembali berkata, “Dengan cara seperti itu kamu akan terus lenyap terserap pasir. Biarkanlah angin membawamu melintasi gurun untuk sampai ke tempat tujuan. Biarkan dirimu terserap angin”.

Tapi sungai takut kehilangan identitas. Lagi-lagi gurun mengajarkan kebijaksanaan dengan berkata, “Angin hanya akan melakukan fungsinya. Angin akan menyerapmu, lalu mengembalikanmu dalam bentuk hujan hingga kamu menjadi sungai. Jika tidak, maka kamu tidak lebih dari genangan air dangkal”.

Cerita ini mengajak kita untuk berani berubah, melakukan transformasi. Kita harus bersedia dirubah dengan pertolongan orang lain. Dengan bertransformasi kita berserah diri pada kekuatan baru untuk masa depan.

Keraguan untuk berubah merupakan suatu hal yang wajar. Tapi perubahan tidak bisa kita hindari. Hidup adalah berubah, kalau tidak kita akan binasa. Change or die. Butuh keyakinan dan kebeanian untuk berubah. Tinggalkan hal-hal yang tidak relevan. Bangun hal-hal baru sebagai bekal untuk melangkah ke depan.

Bertransformasilah! Berubahlah! Karena itu adalah kebutuhan diri kita untuk menjadi Bigger, Higher, Better. Berubahlah di segala bidang kehidupan, dengan dipandu keluhuran-keluhuran di masa depan untuk kebaikan.

Full story  Visit website

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0