Home | Jurnal Banjarmasin | Personel Satlantas terbatas, Pak Ogah kian marak

Personel Satlantas terbatas, Pak Ogah kian marak

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Keterbatasan jumlah personel satuan lalu lintas – Satlantas Polresta Banjarmasin, diakui menjadi penyebab utama maraknya kehadiran sukarelawan pengatur lalu lintas di lapangan. Sukarelawan yang dikenal dengan sebutan Pa Ogah tersebut biasanya mengatur lalu lintas di perempatan jalan, dan U – Turn atau putar balik jalan.

Kasatlantas Polresta Banjarmasin – Wibowo mengakui adanya keterbatasan petugas di lapangan, dan harus memberdayakan masyarakat sekitar dalam mengatur lalu lintas. Sebelumnya sukarelawan telah dibekali wawasan pengaturan lalu lintas, agar tidak membingungkan pengguna jalan. Ia meminta kepada sukarelawan untuk tidak mengharapkan imbalan dari masyarakat, dan tidak melampaui kewenangannya sebagai pengatur lalu lintas. Ia menambahkan, untuk mengatasi minimnya petugas di lapangan, pihaknya lebih memprioritaskan kawasan – kawasan tertentu yang rawan terjadi kepadatan arus lalu lintas. Sehingga peran petugas di titik – titik lengang dapat digantikan sukarelawan.

Pak ogah atau yang biasa disebut juga dengan polisi cepek biasanya memanfaatkan kesemrawutan lalu lintas untuk mengambil alih peran polisi dalam mengatur lalu lintas di jalanan. Kegiatan pengaturan lalu lintas ini dilakukan oleh orang perorang atau sekelompok orang yang terorganisir dengan maksud memperoleh imbalan uang. (Rz)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in