Home | Jurnal Banjarmasin | Banjir di Desa Tunggul Irang - Kabupaten Banjar

Banjir di Desa Tunggul Irang - Kabupaten Banjar

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Seperti tahun – tahun sebelumnya, banjir kembali merendam sejumlah rumah warga di Kabupaten Banjar akibat curah hujan tinggi yang turun dalam beberapa waktu terakhir. Musibah ini dikarenakan meluapnya air dari sungai Riam Kiwa di Hulu Pengaron dan sungai Riam Kanan di kecamatan Aranio.

Menurut Maulana – Seorang warga di desa Tunggul Irang – Kabupaten Banjar, musibah tersebut sering kali melanda di daerahnya,  jika telah memasuki musim hujan. Dimana saat ini genangan air telah mencapai 50 centi meter, yang mengakibatkan aktivitas warga terganggu. Kendati begitu Ia mengaku belum berniat untuk mengungsi dan akan tetap bertahan di rumah menjaga harta bendanya. Selain bantuan logistic, Ia juga berharap kepada pemerintah setempat dapat segera membenahi infrastruktur di daerah tersebut, agar banjir yang melanda setiap tahunnya dapat dihindari.

Tidak sampai disitu, banjir yang melanda daerah tersebut juga mengganggu proses belajar mengajar di sekolah, salah satunya SDN Tunggul Irang 2. Salim Nur – Seorang siswa mengaku, proses belajar mengajar di sekolahnya terpaksa diliburkan, akibat tinggi air telah mencapai lutut orang dewasa. Bahkan halaman sekolah telah berubah menjadi kolam, akibat genangan air yang belum juga surut. Kondisi ini diprediksi akan terus terjadi hingga beberapa hari kedepan, seiring masih berlangsungnya hujan yang turun di daerah tersebut.

Sementara itu berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Dinas Sosial setempat, setidaknya terdapat 50 rumah warga di desa Tunggul Irang dan Bincau yang terendam banjir. Menurut Imberan – Kasi Bencana Dinas Sosial Kabupaten Banjar, berdasarkan kondisi di lapangan ketinggian genangan air di beberapa desa tersebut masih belum surut, yakni berkisar antara 40 hingga 50 centi meter. Selain merendam ruas jalan, banjir yang terjadi sejak sepekan terakhir ini juga merendam beberapa sekolah yang mengakibatkan aktivitas belajar mengejar terpaksa diliburkan untuk sementara. Kendati demikian pihaknya belum berencana untuk mendirikan dapur umum untuk warga, karena aktivitas mereka diklaim masih berjalan normal.

Selain Tunggul Irang, banjir juga melanda sejumlah rumah warga di daerah lainnya, seperti Bincau Muara, Tambak Baru Ulu dan Tambak Anyar. Kondisi ini merupakan musibah tahunan, akibat luapan air sungai dan intensitas hujan tinggi. (Ju)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in