Home | Jurnal Banjarmasin | Smartorial : Belajar Menerima Kekalahan

Smartorial : Belajar Menerima Kekalahan

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Seorang pemimpin, memang harus diuji seberapa tangguh dan sanggup untuk berbesar hati menerima kekalahan, dan secara sportif pula mengakui keunggulan pihak lain. Sikap legawa untuk mengaku kalah ini, walaupun hasil penghitungan suara baru berdasarkan proses hitung cepat misalnya, adalah sikap elegan yang menunjukkan sisi kenegarawanan seorang pemimpin. Jika pada ujian yang paling mendasar ini saja gagal, maka rasanya tidaklah layak ia dipercaya sebagai seorang pemimpin apalagi dengan gelar sebagai negarawan.

Pemimpin semestinya pula pandai mengelola hati, tidak mudah terpancing emosi, dan bijak mengambil langkah. Jika ia berada di pihak yang kalah maka tidak sungkan mengaku kalah, untuk kemudian secara legawa menyelamati pihak yang menang. Sebaliknya jika ia pada pihak yang menang, tidak akan cepat membanggakan diri.

Seorang negarawan adalah individu yang amat terlatih untuk ikhlas, berlapang dada, dan berbesar hati menerima apa pun hasil sebuah proses demokrasi. Rivalitas itu harus selesai ketika proses pemilihan umum selesai. Jadi seharusnya pihak-pihak yang turut serta dalam kompetisi itu, baik calon presiden maupun calon wakil presiden, harus tetap berjiwa ksatria untuk menerima fakta bahwa mereka bukanlah pilihan terbesar dari rakyat di negeri ini. Kemudian tetap berjuang bagi bangsa ini di lapangan yang berbeda. Membangun bangsa ini, tidak hanya dengan menjadi presiden atau wakil presiden.

Mantan gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, telah menunjukkan contoh paling hebat bagaimana menerima kekalahan. Sikap dan keberaniannya untuk mengaku kalah telah mengakhiri segala kontroversi dari pemilihan gubernur kala itu, sekaligus mengeliminasi potensi konflik di akar rumput. Publik tentu sangat berharap, pihak yang kalah dalam pemilu presiden kali ini pun, legowo. Pemimpin apalagi seorang negarawan, memang seharusnya berjiwa besar menerima kekalahan, dan tidak mengorbankan rakyat demi tujuan dan ambisi politiknya.

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

smartorial

Rate this article

0

Log in